Minggu, 08 Desember 2013
Kematian adalah
sesuatu fenomena yang dekat karena setiap hari kita mengejarnya seiring dengan
berkurangnya umur. Meskipun banyak orang yang menganggap bahwa dalam keadaan
bugar maut masih sebaiknya kita berhenti menganggap bahwa kematian masih jauh
karena dibantah oleh Imam Ghazali: "yang jauh itu waktu, yang dekat itu
MAUT, yang besar itu nafsu, yang berat amanah, yang mudah itu berbuat dosa,
yang panjang itu amal sholeh, dan yang indah itu saling mema'afkan".
Kemanapun manusia berlari maka MAUT selalu mengejarnya,
sedangkan manusia dikejar tidak mampu menghindar, bukankah bertambahnya waktu
berarti lari mendekati MAUT ???, jika demikian adanya maut sangatlah dekat dan
makin mendekat untuk menjemputnya,
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari
daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian
kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang
nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”.
(Surat Al Jumu`ah: 8).
Manusia ditantang maut untuk
mempersiapkan kematian yang terbaik, kematian yang datangnya mendadak anti
negosiasi menuntut kita untuk selalu dalam kondisi berbuat baik dan muslim
sehingga dalam keadaan maut menjemput, selalu dalam keadaan muslim sebagaimana
pesan Nabi Ibrahim juga Nabi Ya'qub
“Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini
bagi kamu, maka janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim, yakni
memeluk agama Islam” (QS. al-Baqarah 2:132).
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar